Anime

Lahirnya dik Yandere (Ulasan Fate/stay night Movie: Heaven's Feel - II. Lost Butterfly)

Switch-on 23 Agustus 2019 18:11:00 WIB 0 komentar

Trilogi film Heaven’s Feel mengambil cerita yang berfokus pada Sakura Matou. Meskipun begitu, pada bagian pertama, Presage Flower belum banyak membahas tentangnya. Baru di bagian kedua, Lost Butterfly ini ia mejadi pemeran sentral. Semua konflik cerita berpusat pada dirinya.

Sakura yang selalu terlihat baik-baik saja dan cenderung pasif di seri-seri sebelumnya, kini mulai berubah atau lebih tepatnya mulai memperlihatkan sisi lain yang selama ini disembunyikannya. Emosi dan perasaan yang selama ini dibendung tak bisa lagi ia tahan ketika senpai-nya, Shirou Emiya dalam bahaya. Apa yang dilakukan kakaknya, Shinji semakin merusak mental Sakura. Hal itu membuat sihir keluarga Matou yang ada dalam dirinya jadi tak terkendali dan membahayakan semua orang termasuk dirinya sendiri.

ufotable dengan apik memvisualisasikan perasaan Sakura ketika membantai korbannya. Bagi Sakura, tindakan sadis yang dilakukannya di dunia nyata tak lebih dari sekedar permainan dalam dunia fantasi. Bahkan servant sehebat Gilgamesh pun dipaksa berlutut dihadapannya. Visualisasi dunia fantasi yang disuguhkan ufotable dengan style rasa Emiya-san Chi no Kyou no Gohan tak hanya berhasil menggambarkan perasaan Sakura dengan baik, tetapi juga memperlihatkan sisi manis karakternya.

dunia fantasi sakura matou
dunia fantasi sakura matou

 

 

Fate/stay night Movie: Heaven's Feel - II. Lost Butterfly Sakura Matou Review

Komentar

Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.

Kirim komentar terbaikmu tentang artikel ini.








Berita Terbaru