Terkadang, satu pertemuan bisa jadi awal dari sebuah perubahan!
Itulah yang terjadi pada Sorano Kakeru, yang kemudian bertemu dengan dengan Fuyutsuki Koharu, seorang gadis Tunanetra yang selalu tersenyum dan memancarkan kehangatan, sangat kontras dengan Kakeru yang orangnya Apatis dan agak Introvert. Mereka kemudian terhubung setelah Kakeru memungut tongkat putih milik Koharu sepulang kelas kuliah dan segalanya berkembang secara alami sejak saat itu.
Dari Premisnya "Cowok Suram yang bertemu dengan Cewek Seru, yang akhirnya mengubah hidup mereka lewat hubungan" anime ini terasa familiar buat gw, gw langsung kepikiran sama Anime Shigatsu wa Kimi no Uso dan Anime Kimi no Suizou wo Tabetai, tidak lupa juga dengan Anime Koe no Katachi untuk bagian Heroine dengan Disabilitasnya.
Well, nih anime ceritanya sederhana aja, gak banyak drama menye-menye, fokus ceritanya pada perkembangan hubungan Kakeru dan Koharu dengan konflik yang asalnya dari kecanggungan Kakeru dalam mengahadapi Disabilitas Koharu, perasaan Kakeru yang tidak ingin terikat pada Koharu atau kakeru yang takut membuat Koharu merasa gak nyaman. Emang kebanyakan konflik batinnya si Kakeru njir.
Sepanjang cerita juga kita cuma diliatin momen-momen mereka berdua yang sedang berjalan bersama atau nongki di samping Vanding Machine, momen-momen kecil tersebut terkesan tulus namun terkadang sarat akan emosional, apalagi kalau si Kakeru ngomongin soal kondisi Koharu.
Lebih dari itu perkembangan romansa pada anime ini bagus ngab, soalnya perasaannya si Kakeru tuh gak tiba-tiba muncul pas pertama kali ketemu, semuanya berjalan alami, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.
Dalam prosesnya juga si Kakeru selalu diberatkan sama kekhawatirannya kalau pacaran sama orang Tunanetra itu keknya ngerepotin. Koharu juga yang udah cinta pun berat hati mau ngungkapin perasaannya, karna si Koharu mikir pasti si Kakeru gak bakal mau sama orang penyandang Disabilias.
Kekhawatiran dan keragu-raguan ini yang bikin hubungan mereka begitu manusiawi, tapi setelah mereka makin dekat dan momen di mana si Koharu pura-pura ngeraba wajah padahal ngesosor Kakeru, itu momen Powerfull banget njing! Tiba-tiba banget loh ya... Baper banget tuh si Kakeru pasti wkwkwkwkw.
Pada akhirnya kalau emang udah cinta ya gass aja gak sih? Si Kakeru akhirnya menyatakan cinta (meski nyatain cintanya di Restoran tuh ngakak banget pake teriak-teriak segala) tapi sayang, hidup terlalu Acumalaka! Koharu menghilang, Kakeru galau dan khawatir sampe nyariin Kakeru kemana-mana, eh pasti temukan si Koharu malah...
Episode 1, si Heroine ketemu sama MC;
Episode 5, Heroine suka sama MC;
Episode 6, Gandengan dan Ciuman;
Episode 7, DUAR!... ******!
Anjir, Sudah kuduga... Tapi, gw gak kaget, soalnya baru aja animenya tayang 1 Episode, Spoilernya sampe liang lahat!
Aseli njir, gak jadi kaget gw sialan! Terlepas dari itu, episode 7 itu kek Bom yang membombardir perasaan gitu, udah diset up nih hubungan roamansanya, tiba-tiba dipatahin sama ****** njir, woilah...
Jujur, anime ini bukan sekedar cerita Bitter Sweet Romance aja, tapi juga ceritanya mengangkat tema yang lebih luas seperti hubungan antar manusia, menjalani hidup dengan keterbatasan dan pertumbuhan diri. Tema-tema tersebut memberikan kesan pada ceritanya dan memberikan inspirasi kepada penontonnya.
Dari ngomongin cerita kita beranjak ke Karakternya nih, pertama gw mau ngomongin MC-nya dulu, si Kakeru Mano yang typical MC Apatis dan agak Penyendiri gitu, tapi sikap Apatis dan menarik diri dari orang banyak itu dia dapatkan dan ia ciptakan karna dulunya dia Broken Home dan harus pindah-pindah rumah, jadi dengan sifat seperti itu wajar aja si Kakeru awalnya sempet gak peduli sama Koharu, kenapa gw bilang begitu? Karna mau nolongin ngambil tongkat putihnya Koharu aja dia masih ngemonolog selaga njir!
Hal tersebut juga menjawab kenapa Kakeru canggung banget sama Koharu dan agak menjaga jarak pada awalnya, karna dari dulu udah terbiasa gak peduli dan menjauhkan diri dari orang lain, sehingga wajar responnya kek gitu.
Tapi pada kahirnya... dinding tak terlihat yang ia ciptakan menghilang karna keberadaan Koharu di sisinya, menyusul dengan perasaan cintanya yang udah tumbuh. Emang betul kata orang, Cinta itu datang dari terbiasa, dan ini buktinya!
Oh iya, Kakeru ini juga bukan MC yang punya Savior Comlex, jadi dia semata-mata membantu atau menemani Kakeru karna dia mau aja (kadang terpaksa), Kakeru juga gak mengganggap Koharu itu orang yang lemah, bahkan dia kaget sekaligus kagum ngeliat sosok Koharu yang bisa tersenyum dan tertawa dengan kondisi Disabilitasnya. Seapatis-apatisnya dia di awal, dia gak pernah sekalipun merendahkan Koharu, bahkan mungkin si Kakeru memandang Koharu sebagai sosok yang kuat, supel dan mandiri. Rimsvek!
Lanjut kita ngomongin Heroinenya, si Koharu Fuyutsuki yang menginspirasi banget, emang setelah ******nya yang merengggut penglihatannya, dia sempat terpuruk, tapi dia akhinya bangkit lagi, menerima kondisinya dengan ikhlas legowo. Kegemarannya pada kembang api bikin karakternya semakin menarik, gw inget banget di episode 1, pas si Koharu jelasin cara dia make HP (gw baru tau kalau ada Futur Tunanetra di HP), si Kakeru bilang kalau hal itu sulit, trus si Koharu ngajawab emang sulit, tapi kalau udah kepepet, manusia bisa ngelakuin apa pun, jawabannya ini releat sama gw sejak gw patah tulang bahu, gw yang orangnya Kadal (Kanan dari lahir) ketika gw gak bisa make tangan kanan gw, gw akhirnya make tangan kiri gw yang keknya cuma gw pake kalau nyebok doang, emang sulit melakukan sesuatu make satu tangan, apalagi tangan kiri yang jarang dipake. Tapi seperti kata Koharu, Kalau udah kepepet, manusia bisa melakun apa pun.
Kembali lagi ke Koharu, walau dia penyandang Disabilitas, dia tidak menjadikan hal itu sebagai halangan, gw suka gimana dia menjalani hari-harinya selayaknya orang normal yang mandiri, terlebih lagi dia gak ambil pusing kalau ngomongin kondisinya. Bener-bener gadis yang hebat, awas aja ada Artis-Artis nakal yang bikin gambar yang nggak-nggak sama nih Karakter, gw santet mereka!
Untuk karakter lainnya sih ada Hayase Yuko, temennya si Koharu, berterima kasihlah kepada Hayase, karna dia lah yang bikin Kakeru dan Koharu jadi dekat.
Sama ada juga temennya si Kakeru, Narumi Ushio, dia juga ngasih Asisst gede, bukan cuma dalam ngeyakinin Kakeru soal perasaanya, tapi juga karna dia yang secara kebetulan menemukan Koharu saat Koharu menghilang.
Sebenarnya, kekuatan Anime ini ada pada Dinamika Kakeru dan Koharu, Kakeru dengan kecanggungannya dan Koharu dengan Kondisi serta keluwesannya bikin komunikasi antara mereka jadi menarik.
Bukan cuma itu, Karakter Kakeru tidak cuma diciptakan sebagai "Penolong" buat Koharu, dan karakter Koharu tidak cuma diciptakan sebagai "Tumbal" buat perkembangan karkater Kakeru, mereka berdua diciptakan untuk saling terhubung satu sama lain dengan derajat yang setara.
Lanjut ke kualitas Grafis, Visual dan Animasi, untuk kualitas Grafis, Visual maupun Animasinya sih standar aja, tapi dia momen-momen tertentu itu grafis dan visualnya cakep banget aseli, backgroundnya detail, pencahayaannya yang bagus, membawa suasana hangat, dalam dan intim.
Selain itu, gw mau ngasih tepuk tangan ke Studio Makaria karna berhasil menggambarkan "visual" dalam perspektifnya Koharu, grafis berubah jadi warna-warna yang lembut seperti cat air gitu, apalagi saat Kakeru mendeskripsikan pemandangan yang ia lihat kepada Koharu, itu bagus banget direksinya, visualnya yang seperti cahaya putih seakan seperti kanvas kosong yang mulai terisi gambar-gambar dengan nuansa cat air yang halus. Keren sih... gw serasa masuk ke dunianya Koharu yang halus dan penuh kehangatan.
Oh iya, ada detail menarik di episode 5 yang mana saat masuk ke Perspektifnya Koharu, kenapa Wajah Emaknya Koharu terlihat sendangkan wajah Kakeru enggak? Itu karna Koharu pernah ngeliat wajah emaknya pas masih bisa melihat dulu. Satu detail yang keren.
Terakhir, Lagu Openingnya yang berjudul "Hitohira" yang dinyanyikan oleh Mitohiro Hata yang memberikan kesan Melow yang cocok sama tema Animenya, jujur aja ngab, lagunya bagus loh, visualnya pada episode awal sih cuma ngelitain pemandangan gitu, kek jalan, bangku di ruang kelas, tangga di Universitas, Piano, dll, terkesan sederhana dan malas, tapi bisa punya arti yang lebih dalam, karna pemandangan yang sepele itu justru jadi pemandangan yang dirindukan oleh orang-orang yang dulunya pernah melihat.
Tapi ketika Episode 5, visual Openingnya berubah, yang menampikan para karakter animenya dengan fokus ke Kakeru dan Koharu dalam perspektif Koharu.
Lanjut ke Lagu Endingnya yang berjudul "Hikari" yang dinyanyikan oleh Yui Sakurai, lagunya membawa nuansa lembut dengan visual awal yang cuma nampilin pemandangan penyebrangan jalan doang njir, ini mah udah males sih.
Tapi ngikut Openingnya, di episode 5 visual Endingnya berubah, oh enggak! Masih sama, pemandangan penyebrangan jalan, cuma ditambah dengan Koharu yang nyebrang, nungguin Kakeru, Kakerunya datang, mereka jalan, udah.
Ngambil Sin di episode 4 cuma pake sudut pandang berbeda doang.
Yah gw baru bisa ngomongin anime segini ajah, gw baru nonton sampe episode 7 juga ya...
0| Anime | Toumei na Yoru ni Kakeru Kimi to, Me ni Mienai Koi wo Shita. |
| Skor | 8 |
| Status | Sedang Ditonton |
| Progres | 7 Episode |
| Diulas pada 27 Agustus 2026 23:05:09 WIB | |