Berkat usaha Reirin dan Keigetsu, kekacauan kutukan di Istana Dalam berhasil reda. Melalui pertukaran tubuh mereka, Reirin dan Keigetsu mulai memahami kepribadian satu sama lain, dan benih-benih persahabatan pun tumbuh di antara keduanya.
Musim berganti memasuki awal musim gugur. Wilayah Selatan yang dikuasai oleh Keluarga Shu terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Panen, sebuah ritual doa untuk hasil panen yang berlimpah yang dipimpin oleh Pangeran Mahkota dan Hina-jo (Para Putri Calon Permaisuri). Tanpa adanya Selir Pelindung, Keigetsu merasa sangat tertekan sebagai penanggung jawab festival tersebut, tetapi ia tetap bersungguh-sungguh melakukan berbagai persiapan. Di sisi lain, Reirin memberikan dukungan penuh kepada Keigetsu sembari merasa sangat antusias menghadapi perjalanan pertamanya ke luar istana.
Namun tak lama setelah tiba di lokasi, insiden tak terduga terjadi hingga menyebabkan ritual terhenti. Keigetsu yang panik kehilangan kendali atas ilmunya, menyebabkan Reirin dan Keigetsu kembali tertukar! Lebih parahnya lagi, di tengah kekacauan tersebut, Reirin (dalam tubuh Keigetsu yang baru tertukar) justru diculik oleh sosok misterius—!?
Dua kakak laki-laki Reirin yang sangat protektif, Keikou Kou dan Keishou Kou, ikut terseret dan membuat situasi berkembang ke arah yang sama sekali tak terduga. Siapakah sosok dalang baru yang diam-diam merencanakan kejatuhan Keigetsu……?
Drama pertukaran tubuh yang seru antara dua gadis yang bertolak belakang ini memulai babak keduanya, "Perjalanan Pertama ke Luar Istana"!